Anakku adalah Tanggung Jawabku

Anak adalah bentuk KARUNIA Allah terhadap hamba yang dikehendaki. Yaa… karena tidak semua orang bisa memiliki anak meskipun telah mengusahakan dengan usaha yang sangat keras. Sudah selayaknya, bagi orang-orang yang diberi karunia berupa anak (buah hati) untuk bersyukur. Allah memberikan kepada para orang tua sekaligus SEPAKET, yaitu anak dan tanggung jawab. Kelak pada waktunya, Allah akan meminta pertanggung jawaban kepada orang tua.

Tanggung jawab orang tua kepada anak diantaranya memberikan nama yang baik, mendidik, menanamkan akidah, memberikan teladan, memberikan nafkah yang halal, dan menjaganya dari api neraka.

Kenyataan yang ada saat ini banyak orang tua yang sibuk dengan karier mereka. Sang ayah sibuk mencari harta untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang menjadi tanggungannya. Sedangkan sang Ibu juga mengaktualisasikan diri sembari membantu ayah  untuk memenuhi kebutuhan. Memang tidak ada yang salah dari semua itu, karena hidup adalah pilihan. Implikasi dari keadaan tersebut anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh, nenek/kakek, saudara ataupun guru disekolah.

Pertanyaannya, apakah bisa tanggung jawab sebagai orang tua dilimpahkan kepada nenek/kakek, saudara ataupun guru disekolah…?? Apakah hal itu dibenarkan…??!

Di dalam islam, orang tua kandung yang nantinya akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Bagaimana orang tua menjalankan kewajibannya selama hidup di dunia, untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

Pengasuh, nenek/kakek, saudara ataupun guru disekolah hanyalah MEMBANTU orang tua dalam rangka mengasuh dan mendidik anak. Tidak tepat rasanya jika kewajiban mendidik anak dipasrahkan SEPENUHNYA kepada mereka dengan alasan apapun. Tidakkah itu terlalu berat bagi mereka?? Ataukah orang tua hendak berlepas diri?? Astaghfirullah

Pernah suatu ketika saya mendengar sebuah pernyataan :

“ANAK SAYA ITU LEBIH MANUT PADA GURU KETIMBANG ORANG TUANYA”

seketika itu juga saya merasa terperanjat, penuh tanya dan hampir tak habis pikir kenapa kata-kata seperti itu dilontarkan. Alangkah lebih baik jika sebelum mengatakan hal itu, orang tua berfikir terlebih dahulu. Bukannya seolah-olah menjadikan sepenggal kalimat tersebut sebagai senjata untuk mengalihkan tanggung jawabnya kepada sang guru. Saya mencoba berempati, menempatkan diri seandainya menjadi orang tua tersebut. Jika saya jadi orang tua yang mengatakan hal tersebut, sudah sepantasnya jika saya sendiri merasa MALU. Kenapa..? Mohon  Maaf, sebaris kalimat tersebut menunjukkan ketidakbecusan dan kegagalan diri menjadi orang tua, karena untuk mengatur anaknya sendiri saja tidak bisa.

Ibnul Qayyim berkata, “ Barang siapa yang melalaikan pendidikan anaknya dengan hal-hal yang yang bermanfaat, serta meninggalkannya secara sia-sia, maka berarti ia telah berbuat buruk kepada anak seburuk-buruknya. Kebanyakan anak menjadi rusak adalah disebabkan orang tuanya, karena tidak adanya perhatian kepada mereka, serta tidak diajarkan kewajiban-kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya”

Oleh karena itu, hendaknya orang tua lebih bersikap bijaksana, menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya. Karena anak adalah tanggung jawab orang tua SEPENUHNYA. Pengasuh, saudara dan guru hanyalah membantu tugas yang menjadi tanggung jawab orang tua. Boleh saja orang tua sibuk berkarier diluar rumah, tetapi hak anak jangan sampai terabaikan. Anak-anak butuh kehadiran sosok orang tua sebagai panutan, memberikan kasih sayang dan perhatian, tidak hanya pemenuhan kebutuhan material saja. Berapa banya anak-anak yang mengalami penyimpangan perkembangan hanya karena merasa terabaikan oleh orang tuanya sendiri. Wallahua’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s