Sel-Sel Otak Manusia Tidak Bisa Beregenerasi (Unregeneration Human Brain Cells)

Tepat 4 minggu yang lalu, yaa… tanggal 26 Maret 2012. Keluargaku, terkhusus aku, mendapat pelajaran baru tentang hidup. Kejadian hari itu masih teringat jelas sampai hari ini. Malam itu, aku dan ibuku pulang berbelanja tepat jam 20.30 WIB kami sampai di rumah. Tidak ada hal-hal aneh yang kulihat, ayah, adik dan nenek dirumah sedang menonton televisi bersama-sama, aku pun ikut nimbrung bersama mereka sebentar. Setengah jam berlalu, aku sudah masuk ke kamar untuk beristirahat, saat itulah aku mulai merasakan hal yang tidak wajar. Entah mengapa hendak beranjak tidur aku masih enggan mengganti bajuku, aku masih memakai kemeja batik lengkap. Tak lama berselang, aku mendengar nenek ku tiba-tiba tertawa tanpa ada sebab, aku sudah berfikir yang tidak-tidak sewaktu itu. Karena ingin memastikan keadaan, aku keluar kamar menghampiri nenek, belum juga aku sampai di dekatnya, dari pintu sudah kulihat nenek ku tiba-tiba kejang. Betapa kaget dan takutnya aku waktu itu. Sekalipun aku belum pernah menghadapi hal seperti itu. Badan, tangan dan kakinya kejang dan kaku, dari mulutnya keluar busa. Semakin takut aku melihat semua itu. Malam itu kami langsung membawa nenek ke rumah sakit. Setelah kupikir benar juga waktu itu aku belum mengganti bajuku, karena ternyata aktivitasku hari itu masih harus berlanjut sampai jam 01.00 dini hari. Jika tidak, maka aku akan kehabisan waktu hanya untuk bersiap-siap pergi. Tak hanya sampai disitu saja, perjalanan dari rumah sampai rumah sakit, lampu pengatur lalu lintas di jalan raya selalu menyala “HIJAU” padahal jarak rumah dengan rumah sakit lumayan jauh dan melewati beberapa persimpangan jalan.

Subhanallah…, meski dalam keadaan panik tapi aku masih merasakan kenenaran janji Allah.

“ fa innama’al ‘usri yusra” yang artinya “ maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” QS. Asy-Syarh : 5.

Aku berfikir mungkin ini sedikit dari buah ibadah yang dilakukan nenek selama lebih dari 80 tahun.

Sampai saat tulisan ini dibuat, nenek belum juga sadar. Sedih dan iba melihat kondisinya yang hampir sudah tidak ada respon lagi. Semua keluarga berdoa, jikalau masih diberikan umur semoga beliau segera diberi kesembuhan tapi jika tidak maka mohon diberikan khusnul khatimah ya Rabb. Amiiin…!!!

Jika dilihat dari ilmu kedokteran, beliau dikatakan sudah tidak ada kesadaran lagi atau dengan kata lain koma. Namun, sebagai seorang muslim kami masih berkewajiban untuk mengusahakan sebaik mungkin demi kesembuhannya juga sebagai perwujudan birul walidain terhadap beliau yang dahulu sudah merawat anak-anaknya dan juga aku sebagai cucunya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Penjelasan medis mengatakan bahwa dari berbagai pemeriksaan dinyatakan bahwa nenek mengalami pengeriputan syaraf otak. Dari gambaran scan otak tampak gambaran menghitam yang sudah banyak muncul di otak. Itu artinya sel-sel otak sudah banyak yang mati dan akhirnya menyebabkan pengeriputan syaraf otak. Hal tersebut yang menyebabkan hilangnya kesadaran seseorang. Ternyata ini lumrah terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Sel-sel otak yang sudah mati menyebabkan orang lanjut usia bisa berubah menjadi pikun, ataupun bertingkah kekanak-kanakan. Ingat pelajaran biologi waktu kita masih SMP?? tentang pertumbuhan dan perkembangan ? Nahh…, Jadi, sikap dan tingkah laku orang lanjut usia yang seperti disebutkan di atas, tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan kedewasaan manusia yang bersifat reversible (dapat balik) tapi juga karena matinya beberapa bagian sel otak.

Coba bayangkan…! Jika sel otak yang mati itu di bagian yang berkaitan dengan kepandaian, atau sel yang berkaitan dengan ingatan (memori) atau bagian yang lain. Bisa diperkirakan bukan apa yang akan terjadi pada manusia tersebut ???!

Berbeda dengan sel tubuh yang lain, sel otak yang mati TIDAK DAPAT BEREGENERASI. Sebagai contoh, ketika kaki kita sobek karena terjatuh. Beberapa hari kemudian luka itu akan menutup dan sembuh, bagian sel yang rusak atau mati akan diganti dengan sel-sel baru. Kandungan protein dari makanan yang kita makan akan mempercepat proses pertumbuhan sel-sel baru dan mengganti sel yang rusak. Akan tetapi, apabila yang rusak/ mati adalah sel otak maka sel otak tidak dapat tumbuh lagi atau digantikan dengan sel yang baru dengan cara apapun (oat-obatan, makanan atau yang lainnya).

Sebagai analogi saya munculkan gambaran otak yang mengalami proses degeneratif (penuaan) sebagai berikut :

Tampak jelas bukan perbedaan antara keduanya..???!

Alzheimer yaitu pikun pada orang lanjut usia. Alzheimer adalah jenis kepikunan yang mengerikan karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Keadaan ini ditunjukkan dengan kemunduran kecerdasan dan ingatan secara perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari. Alzheimer merupakan penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel – sel otak (e-dukasi.net, 2010)

Gambar tersebut hanyalah analogi dari hasil scan otak yang sebenarnya, karena apa yang terjadi pada nenek bukanlah Alzheimer karena sesaat menjelang kejang beliau masih bisa diajak komunikasi dan menjalankan aktivitas sosial dengan normal.

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s